JembatanCisomang yang sempat ditutup untuk beberapa jenis golongan kendaraan sejak akhir tahun lalu akhirnya akan kembali dibuka. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) menginformasikan semua golongan kendaraan terhitung mulai tanggal 1 April 2017 pukul 00.00 WIB boleh melewati, Jembatan Cisomang di KM 100+700 jalan tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi) Jawa Barat.
Rencananya mulai hari ini selesai sampai awal Agustus, mudah-mudahan bisa selesai dilewati dua jalur. Jadi yang dikerjakan tahun ini satu lajur atau satu bentang, panjang 62 meter, kalau tonase maksimal 10 ton, mengganti cor lantai kendaraan tipe lama dengan tipe terbaru, yakni precast ," kata M. Abdul Aziz selaku PPK 2.3 PJN Wilayah II Jawa Barat
BengkuluUtara - Setelah dua hari ditutup lantaran dilakukan perbaikan, pagi kemarin jembatan Tanjung Agung Palik (TAP) sudah bisa kembali dilintasi. Ini setelah bagian penyangga jembatan belly diperpanjang dan dilakukan pergantian lantai berupa papan. Hingga Sabtu (25/4) beberapa pekerja juga masih melakukan pergantian lantai. Sekalipun demikian kendaraan sudah diperkenankan melintas dengan
PembangunanJembatan Cipatujah sudah Mencapai 37 Persen. Jawa Barat, 17 Maret 2021 12:00 Wib. Bandung, 17 Maret 2021 - BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Jawa Barat sedang melaksanakan pembangunan penggantian Jembatan Cipatujah yang berada di Kabupaten Tasikmalaya - Jawa Barat.
Pemudikmelintasi Jembatan Kalikuto di perbatasan Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (13/6). Jembatan dengan panjang 160 meter dengan kekuatan penahan beban sekitar 16 ton tersebut aman untuk dilewati pengendara pada saat arus mudik dan arus balik Lebaran 2018 dengan status fungsional. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra
JembatanWear Arafura yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menghubungkan pulau Yamdena, dari wilayah Siwaan dan
JEMBATANCibaruyan yang menghubungkan Bandung-Ciamis dengan Jawa Tengah sudah bisa dilalui pemudik.
Kalianda Pembangunan Jembatan Patriot di Jalan Raden Intan, Kalianda, yang ditarget rampung sepekan sebelum Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah nampaknya benar-benar bukan isapan jempol belaka. Kini, jembatan yang dibangun menggunakan dana Corporate Social Resposibilty (CSR) para pelaku usaha yang tergabung dalam Forum CSR Lampung Selatan itu, sudah bisa dilalui.
JembatanSiwau Sudah Fungsional dan Bisa Dilalui. zonakalteng, Kalimantan Tengah, Barito Utara, Kapuas, Pulang Pisau, Murung Raya. Kotim
JembatanCibaruyan Sudah Bisa Dilewati Pemudik. Minggu, 27 Juli 2014 | 12:36 WIB Jumat (25/7). Kementerian Pekerjaan Umum mentargetkan jembatan darurat ini bisa dilalui satu arah kendaraan mulai H-2 Lebaran. (Foto: Antara/Adeng Bustomi) Jakarta - Jembatan Cibaruyan di daerah Ciamis,
Kh2W2. - Warga pesisir pantai selatan Tasikmalaya maupun Garut Selatan kini tak bisa lagi saling terhubung dengan mudah. Pasalnya, arus sungai yang deras meruntuhkan Jembatan Pasanggrahan di Desa Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Hujan deras yang terjadi sejak Senin 5/11/2018 malam hingga Selasa 6/11/2018 menyebabkan banjir. Ditambah lagi, kondisi laut tengah pasang dan arus air di Sungai Pasanggrahan besar mengalir ke muara dan kembali lagi ke alam yang sedemikian rupa juga berakibat air meluap dan membanjiri permukiman warga. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD, sekira 50 rumah kebanjiran di Kampung Jajawan, Cipatujah. Secara geografis, Jawa Barat memang merupakan provinsi yang paling rawan bencana hidrologis. Jumat 9/11/2018 melansir, potensi bencana hidrologis di Jawa Barat mencapai 60 persen karena faktor alam. Oleh karenanya, warga Jawa Barat diimbau untuk selalu waspada terhadap bencana longsor dan banjir. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga meminta agar aparat kewilayahan segera menyiapkan rencana tanggap bencana. Gerak cepat Kementerian PUPR Tak tinggal diam, pemerintah pusat bergerak cepat turun tangan untuk menangani kerusakan Jembatan Cipatujah di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUPR pun segera merancang pembangunan jembatan sementara untuk menggantikan jembatan yang rusak. Direktur Preservasi Jalan Atyanto busono ikut turun langsung ke lokasi bencana demi bisa mempercepat perbaikan jembatan. “Kejadian menjelang subuh hari ini, memang kondisinya hujan deras semalaman sehingga banjir dan sungainya meluap. Memang secara lokasi, jembatan ini jaraknya sangat dekat dengan muara laut,” kata Kepala Satuan Kerja Satker Pelaksanaan Jalan Nasional PJN Wilayah III Jawa Barat, Direktorat Jenderal Bina Marga Andri Irfan, Selasa 6/11/2018 tiga bentang jembatan sepanjang 127 meter itu, bentang tengah mengalami kerusakan akibat arus yang deras. Oleh karenanya, Ditjen Bina Marga mengirimkan rangka jembatan bailey dari workshop milik Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional BBPJN VI di Cikampek, Jawa Barat. Rangka jembatan bailey yang dikirimkan ke lokasi Jembatan Cipatujah panjangnya berkisar antara 70 hingga 80 meter. Irfan memprediksi, perbaikan jembatan yang menghubungkan Pamengpek, Kabupaten Garut dengan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya membutuhkan waktu 2 hingga 3 hari. Dok. Humas Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Material yang akan digunakan untuk membangun jembatan bailey sebagai pengganti sementara Jembatan Cipatujah yang roboh akibat diterjang arus deras pada Selasa 6/11/2018 lalu. Berdasarkan laporan KompasTV pada Minggu 11/11/2018, proses pemasangan jembatan darurat di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat masih terkendala karena intensitas hujan yang tinggi. Akibatnya, arus deras masih terjadi di Sungai Ciandum. Di samping itu, tim pembangunan jembatan juga masih menunggu crane yang belum tiba di lokasi. Sementara itu, seluruh materi untuk pembangunan jembatan bailey sudah siap. Jembatan Cipatujah sendiri terletak di ruas jalan Cikaengan-Cipatujah, sekira 201 kilometer dari Bandung. Jembatan beton tersebut dibangun pada 2006. Awalnya, ia melanjutkan, jembatan itu merupakan milik pemerintah provinsi Jawa Barat yang kemudian diserahkan kepada pemerintah pusat. Selain membangun jembatan bailey, kata Irfan, ada kemungkinan jembatan akan ditangani secara permanen di kemudian hari karena kondisi kerusakan tersebut. Apalagi, jembatan itu merupakan satu-satunya akses jalan dengan jarak tempuh terdekat bagi masyarakat di dua kabupaten. Akibat Jembatan Cipatujah putus, masyarakat yang menggunakan kendaraan mesti memutar sejauh 125 kilometer dengan waktu tempuh sekira 4 jam 40 menit. Maka dari itu, tak ada alasan lagi bagi pemerintah, khususnya Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR untuk segera merampungkan pembangunan jembatan bailey.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri TASIKMALAYA - Setelah dua hari terisolir, warga yang hendak menyeberangi Sungai Cipatujah memilih untuk melalui jembatan gantung Sabeulit agar bisa menuju pusat Kecamatan Cipatujah, Kamis 8/11/2018. Seperti diketahui, akibat robohnya Jembatan Pesanggrahan di Kecamatan Cipatujah setelah diterjang banjir bandang pada Selasa 6/11/2018 lalu, sebanyak 5 desa terisolir. Badan jembatan yang roboh itu panjangnya mencapai 70 meter. Adapun desa yang terisolir itu di antaranya Desa Ciandum, Ciheras, Pameutingan, Cipanas, dan Sikahurip. Untuk menyebrangi jembatan gantung sepanjang 100 meter tersebut bukan tidak berisiko. Saat Tribun Jabar mencoba melintasi jembatan gantung Sabeulit, adrenalin dan rasa waswas menghantui selama kaki melangkah di jembatan gantung tersebut. Sebelumnya pun, mereka yang akan menggunakan jembatan gantung harus antre menunggu giliran. Untuk sampai ke jembatan gantung itu pun, warga harus melintasi jalan setapak yang berlumpur yang jaraknya sekitar 15 menit menggunakan sepeda motor dari lokasi Jembatan Pasanggrahan yang roboh. Derasnya aliran sungai di bawah jembatan dan goyangan khas jembatan gantung terasa di jembatan selebar sekitar 1,5 meter tersebut. • Cerita Sri Astati Nur Sani tentang Kondisi Anaknya, M Fahri Assidiq yang menderita Penyakit Langka • Pemain PSMS Medan Dari Dulu Setiap Lawan Persib Bandung Selalu Panas • Jelang Persib Bandung Vs PSMS Medan, Mario Gomez Persiapan Kita Sudah Oke Jumlah penyeberang di jembatan gantung itu dibatasi dan dibantu oleh sejumlah warga yang mengatur dari kedua ujung jembatan. Jembatan beralas plat besi tersebut dalam sekali penyeberangan hanya bisa dilalui sebanyak 5 kendaraan roda dua, bagi mereka yang dibonceng diharuskan turun dan berjalan kaki karena berisiko. Dadan Sopyan, warga yang membantu menyebrangkan warga lainnya, mengatakan jembatan tersebut juga sempat terhempas oleh derasnya banjir bandang dan mengalami rusak pada Selasa lalu. "Sempat rusak pas kemarin, namun alhamdulillah masih bisa dipakai. Kerusakan terjadi pada beberapa alas jembatan kemudian seling dan bantalan copot tapi kami perbaiki dengan memasang seling darurat," katanya.
Bandung - Pemasangan bailey jembatan darurat di Jembatan Sungai Ciandum, Jalan Raya Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya belum berhasil dilakukan. Derasnya aliran air sungai di wilayah tersebut cukup menghambat proses pemasangan. Plt Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Jawa Barat Eddy Iskandar Muda Nasution menyatakan, rangka bailey telah ada di lokasi. Namun masih ada beberapa kendala di lapangan sehingga jembatan darurat tersebut belum bisa terpasang."Sekarang sedang dikerjakan. Pemasangannya harus ada penopang di tengah. Sungai lagi banjir itu ada kesulitan tersendiri," kata Eddy,saat dihubungi, Kamis 8/11/2018. Eddy memperkirakan proses pemasangan akan selesai dalam waktu satu pekan. Meski begitu pihaknya dibantu instansi terkait lainnya akan berupaya semaksimal mungkin agar jembatan penghubung Kabupaten Garut dan Tasikmalaya itu bisa kembali terhubung. "Orang bilang pemasangan bailey tiga hari selesai, saya kira belum. Kalau menurut saya satu mingguan," ucapnya. Apalagi, lanjut dia, kondisi cuaca dan aliran air sungai cukup deras sehingga menyulitkan proses pemasangan. "Pasang bailey-nya cepat, tapi itu kan harus ada dudukan di tengah-tengah itu untuk jadi penopangnya. Kalau kondisi banjir itu agak susah," ucapnya. Dia menambahkan, ke depan jembatan yang roboh tersebut akan diperbaiki secara permanen. Pemasangan bailey dilakukan agar akses dari Kabupaten Garut menuju Kabupaten Tasikmalaya atau sebaliknya tidak terganggu. "Pasti nanti diganti jembatan permanen. Itu tapi ada kewenangan pemerintah pusat," ujarnya. Diberitakan sebelumnya, Jembatan Sungai Ciandum di Jalan Raya Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya roboh akibat diterjang luapan air sungai. Jembatan tersebut merupakan akses penghubung Kabupaten Tasikmalaya dengan Kabupaten Garut. Sebagaimana diketahui, banjir bandang melanda kawasan selatan Kabupaten Tasikmalaya, Selasa 6/11/2018 pagi kemarin. Ratusan rumah di tiga kecamatan yakni di Cipatujah, Karang Nunggal dan Culamega terendam akibat luapan air sungai. Selain merendam rumah warga, banjir bandang juga menggerus Jembatan Sungai Ciandum yang ada di Kecamatan Cipatujah. Akibatnya, akses dari Tasikmalaya menuju Garut via Cipatujah Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa menyatakan, pihaknya melalui BPBD Jabar dan dinas terkait sudah melakukan koordinasi untuk melakukan penanganan robohnya jembatan tersebut. Salah satunya menyiapkan pemasangan jembatan darurat bailey agar jembatan tersebut tetap digunakan masyarakat."BPBD bersama dinas terkait sudah koordinasi untuk proses penanganan. Dilaksanakan secara teknis oleh teman-teman BPBD dan Binamarga Provinsi dan sudah ditangani dengan jembatan bailey," kata Iwa, di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu 7/11/2018. mso/ern